Tim NASA Operasikan Robot Mars Curiosity dari Rumah

Tim NASA Operasikan Robot Mars Curiosity dari Rumah

Tim NASA Operasikan Robot Mars Curiosity dari Rumah

Tim NASA Operasikan Robot Mars Curiosity dari Rumah – Di tengah pandemi global COVID-19 ini, tidak sedikit dari sektor bisnis dan industri besar yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, termasuk tim yang bertanggung jawab dalam rover Mars Curiosity, NASA. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut di Amerika Serikat (AS). 

Biasanya mereka bekerja dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California, AS. Namun, para ilmuwan Daftar Aplikasi IDN Poker dari JPL mengungkapkan bagaimana mereka beradaptasi untuk bekerja dari ruang keluarga dan dapur, bahkan tanpa akses ke beberapa peralatan yang sangat canggih yang biasanya dipasang di laboratorium mereka.

Mungkin kalian berpikir kalau robot atau kendaraan jelajah Mars itu memerlukan tempat khusus atau peralatan canggih untuk bisa mengoperasikannya. Dengan persiapan matang, pekerjaan tetap bisa dilakukan untuk memantau robot dengan jarak lebih dari 120 juta mil dari Bumi.

NASA sudah menjelaskan bagaimana tim Curiosity rover-nya telah bekerja selama beberapa minggu terakhir.

Biasanya tim bekerja di Jet Propulsion Laboratory NASA di California Selatan, tetapi tim saat ini tersebar dengan masing-masing anggota bekerja dari rumah. NASA mengatakan bahwa tugas baru-baru ini yang melibatkan rover mengebor sampel batuan menandai pertama kalinya operasi kendaraan direncanakan dan dilaksanakan oleh tim yang bekerja sepenuhnya di luar lokasi.

Sebagian besar perangkat komputer dapat dipasang di rumah, tetapi beberapa bagian misalnya googles berteknologi tinggi yang membantu tim untuk mencari tahu ke mana harus mengemudikan Curiosity harus ditinggalkan di pangkalan karena mereka membutuhkan daya komputasi ekstra untuk beroperasi.

Bahkan, yang biasanya mereka menggunakan kacamata 3D untuk menganalisis gambar dari Mars, kali ini mereka melakukan penjelajahan tanpa alat tersebut. Diketahui, kacamata ini seperti headset VR, yang membutuhkan komputer canggih agar dapat berfungsi dengan benar.

Solusinya ialah Kacamata 3D. “Meskipun tidak selektif atau senyaman kacamata, mereka bekerjasama baiknya untuk merencanakan gerakan dan gerakan lengan,” kata NASA.

Comments are closed.