Sejarah dan Asal Usul Rokok di Dunia dan Indonesia

Sejarah dan Asal Usul Rokok di Dunia dan Indonesia

Sejarah dan Asal Usul Rokok di Dunia dan Indonesia

Sejarah dan Asal Usul Rokok di Dunia dan Indonesia – Baru beberapa abad kemudian tembakau diperkenalkan di daratan Eropa. Setelah Cristopher Colombus menjadi orang Eropa pertama yang menemukan tumbuhan tembakau. Bangsa Eropa kemudian membawa tembakau itu berbagai tempat dengan menggunakan kapal laut.

Kemudian, para pelaut meniru kebiasaan suku Aborigin yang menggunakan tembakau untuk merokok dengan cara dipadatkan ke dalam pipa atau cerutu. Baru beberapa abad kemudian tembakau diperkenalkan di daratan Eropa. Setelah Cristopher Colombus menjadi orang Eropa pertama yang menemukan tumbuhan tembakau.

Bangsa Eropa kemudian membawa tembakau itu berbagai tempat dengan menggunakan kapal laut. Kemudian, para pelaut meniru kebiasaan suku Aborigin yang menggunakan tembakau untuk merokok dengan cara dipadatkan ke dalam pipa atau cerutu.

Oleh karena itu, sigaret merupakan hal yang sangat lazim ditemukan di Indonesia. Mulai dari toko kelontong, pedagang asongan, pasar, hingga supermarket besar, semua menyediakan aplikasi idn poker versi terbaru produk olahan tembakau tersebut. Tidak hanya itu, harga rokok di Indonesia juga lebih murah dibanding negara-negara seperti Australia, Singapura, Jepang, atau Korea Selatan.

1. Rokok dalam Budaya Mesoamerika

Tembakau telah dikonsumsi oleh orang-orang di daerah Mesoamerika sejak 5000 SM. Masyarakat setempat pada saat itu mengonsumsi tembakau dengan cara dibakar atau dikunyah.

Diperkirakan Suku Maya mengonsumsi daun Nicotina tabacum untuk ritual dan pemujaan roh. Dugaan tersebut didasari oleh penemuan hieroglif yang menggambarkan seorang dukun Maya yang sedang merokok.

2. Penyebaran Tembakau di Dunia

Pada tahun 1492, Christopher Columbus tiba di sebuah pulau yang kini dikenal dengan San Salvador. Saat itu ia disambut hangat oleh penduduk asli Amerika, ia dan awaknya kemudian diberikan hadiah beberapa dedaunan tembakau kering.

Bingung dengan hadiah yang mereka dapatkan, Columbus dan rombongannya pun membuang daun itu karena tidak bisa dimakan. Setelah melakukan penjelajahan lebih jauh, mereka menemukan penduduk asli Amerika yang sedang membakar dan menghirup asap daun tembakau.

3. Maraknya Rokok Pipa

Sebelum mengetahui asal usul rokok filter yang biasa Anda hisap, coba kenalan dulu dengan nenek moyangnya, pipa. Rokok pipa banyak digunakan oleh orang-orang asli Amerika, mulai dari Suku Olmec, Maya, dan Indian, untuk menghisap tembakau dan tanaman obat lain.

Bentuk pipa yang digunakan oleh masyarakat Mesoamerika beragam tergantung kebudayaannya. Tapi yang paling mirip dengan pipa orang-orang Eropa adalah Calumet milik suku Indian.

4. Penemuan Mesin Linting dan Industrialisasi

Penggunaan rokok linting di Eropa mulai meningkat pada tahun 1850-an setelah meletusnya Perang Krimea. Peningkatan tersebut paling banyak terjadi di kalangan angkatan bersenjata.

Hal ini dikarenakan merokok dengan menggunakan pipa agak merepotkan sehingga tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Mereka lebih memilih meniru kebiasaan prajurit Turki dan Rusia yang menggunakan kertas sigaret atau koran untuk melinting tembakau mereka. Sehingga lebih praktis karena hanya perlu menyulut lintingan tersebut.

5. Munculnya Rokok Filter

Di antara jenis-jenis lain, rokok putih filter merupakan jenis yang paling banyak dijual di pasaran. Sigaret jenis ini dianggap lebih sehat jika dibanding sigaret yang tidak menggunakan filter karena memiliki kadar tar yang lebih rendah.

Ternyata, filter pada rokok pertama kali dibuat dengan tujuan agar serpihan tembakau tidak masuk ke mulut saat dihisap. Pada 1925, Boris Aivaz, seorang penemu asal Hungaria menciptakan filter rokok pertama kali dari kertas crepe. Filter jenis ini lama kelamaan ditinggalkan karena tidak begitu efektif.

Comments are closed.