Penemuan Kembali 40 Mumi Kuno di Mesir

Penemuan Kembali 40 Mumi Kuno di Mesir

Penemuan Kembali 40 Mumi Kuno di Mesir

Penemuan Kembali 40 Mumi Kuno di Mesir – Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.

Jika selama ini anda menganggap bahwa mumi merupakan tradisi pengawetan jenazah yang hanya ada pada Zaman Mesir Kuno, maka anda salah. Tradisi pengawetan jenazah dengan teknik mumifikasi ditemukan di beberapa kebudayaan kuno seperti Tiongkok, Aztec, bahkan Indonesia.

Setiap kebudayaan memiliki tekniknya sendiri untuk mengawetkan jenazah hingga menjadi mumi. Kali ini Para mumi kuno berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan aplikasi idn poker open card terbaru dalam “kondisi baik” di Mesir. Ada sekitar 40 mumi dari era Pletomaik yang ditemukan di situs permakaman di pusat negara tersebut.

Para jurnalis harus menuruni tangga dan melewati ruang bawah tanah di Tunah Al-Gabal, 260 kilometer dari selatan Kairo, untuk melihat temuan terbaru ini. Rami Rasmi, arkeolog dalam studi ini, mengatakan bahwa ada 12 anak-anak dan enam hewan di antara 40 mumi yang ditemukan.

Sisanya merupakan milik pria dan wanita dewasa. Mumi-mumi ini ditemukan terletak di lantai dan peti mati dari tanah liat di sebuah ruang bekas reruntuhan pemerintahan Minya.

Seorang arkeolog menunjukkan mumi yang mereka temukan di Minya.
Seorang arkeolog menunjukkan mumi yang mereka temukan di Minya.

Meski mumifikasi dikaitkan dengan Mesir Kuno, tapi praktik ini masih terus berlanjut hingga kerajaan Ptolemy, penerus Alexander Agung, yang berlangsung dari 323 SM hingga 30 SM.

Pemakaman Minya sendiri ditemukan pada proses penggalian yang dilakukan pada Februari tahun lalu. Karena itu merupakan makam komunal, maka orang-orang yang dikuburkan di sana kemungkinan dari ‘keluarga borjuis kecil’.

Mohamed Ragab, arkeolog, mengatakan, dua makam ditemukan sembilan meter di bawah tanah dan memiliki enam kamar. Keberadaan hewan peliharaan yang dimumifikasi juga–kebanyakan­ anjing–menunjukkan betapa pentingnya mereka bagi pemiliknya yang sudah mati.

“Hewan-hewan ini sangat disayangi pemiliknya sehingga mereka menguburkannya bersama-sama,” kata Ragab.

Pecahan-pecahan tembikar dan potongan papirus yang ditemukan di situs membantu para peneliti untuk menentukan usia makam beserta mumi-mumi yang ada di dalamnya.

Comments are closed.