Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian – Penghargaan Nobel Perdamaian adalah salah satu dari lima Penghargaan Nobel yang dibuat oleh industrialis, penemu dan produsen persenjataan Alfred Nobel, bersama dengan penghargaan-penghargaan dalam bidang Kimia, Fisika, Fisiologi atau Kedokteran, and Sastra.

Jared Kushner, menantu dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diusulkan untuk masuk nominasi sebagai salah satu peraih hadiah Nobel Perdamaian. Ketika Trump menjadi Presiden, Kushner didapuk sebagai salah satu penasihat senior Gedung Putih. Dia dan wakilnya, Avi Berkowitz dinominasikan untuk meraih salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia, yakni hadiah Nobel.

Usulan untuk memasukkan dua pejabat era Donald Trump tersebut dilakukan oleh pengacara  kondang Amerika Serikat, Alan Dershowitz. Dershowitz juga pernah Daftar IDN Poker Online Terbaru menjadi pembela Trump dalam pemakzulan dan pernah mengatakan pemakzulan harus ditolak karena Trump telah meninggalkan jabatannya.

1. Merukunkan Timur Tengah

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian 

Jared Kushner dan Avi Berkowitz adalah dua orang yang dianggap memiliki peran signifikan untuk menyatukan kembali hubungan negara-negara di Timur Tengah. Upaya merukunkan negara-negara Timur Tengah itu disebut sebagai “Abrahams Accords”.

Abrahams Accords” adalah sebuah kesepakatan yang ditengahi oleh Amerika Serikat untuk mempersatukan hubungan diplomatik negara-negara Timur Tengah, khususnya Israel dengan negara-negara Arab. Kesepakatan itu dibuat pada Agustus dan Desember tahun lalu.

Abraham Accords” ini lebih sering disebut sebagai upaya normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara lain di Timur Tengah yang selama 25 tahun terakhir telah melakukan konfrontasi panjang dengan Iran. Melansir dari laman Reuters, dengan adanya normalisasi hubungan tersebut, Israel kini telah menjalin relasi diplomatik secara resmi dengan negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain dan Sudan.

2. Kushner merasa terhormat tapi warganet mencemooh

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian 

Pengacara Dershowitz yang mengusukan dua pejabat era Trump masuk nominasi peraih Nobel Perdamaian, adalah orang yang memenuhi syarat untuk melakukan usulan tersebut. Sesuai dengan kapasitasnya, dia adalah profesor emeritus di Harvard Law School.

Kushner sendiri dalam salah satu pernyataan mengatakan merasa terhormat dinominasikan untuk menerima hadiah yang biasanya diberikan pada bulan Oktober setiap tahunnya itu. Namun, melansir dari laman Huffington Post, banyak sekali warganet yang tidak terkesan.

Daniel, salah satu akun di Twitter mengomentari kabar nominasi tersebut dengan mengatakan pendapatnya bahwa dia tidak dapat berkomentar kecuali tertawa setelah mendengar kabar konyol itu. Akun lain yang bernama Bo Abrahamsen juga berkomentar serupa bahwa dia mencoba untuk berhenti tertawa setelah mendengar kabar yang dianggap konyol tersebut.

Beberapa komentar dari warganet lain merasa tidak percaya jika para inteletual Norwegia bakal memberikan hadiah Nobel Perdamaian kepada Jared Kushner. Bahkan akun Wafa Abudib, Ph.D. menganggap kabar nominasi Kushner seperti April Fool’s Day.

3. Alexei Navalny, WHO, dan Greta Thunberg masuk nominasi

Menantu Donald Trump Diusulkan Raih Nobel Perdamaian 

Selain Jared Kushner dan wakilnya yang diusulkan untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian, ada juga nama lain yang diusulkan untuk menerima hadiah tersebut yakni pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, WHO dan aktivis lingkungan Greta Thunberg.

Lebih dari 30.000 orang telah memberikan tanda tangan dalam sebuah petisi daring yang mengusulkan agar Alexei Navalny mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian. Dalam survei yang dilakukan oleh Reuters terhadap anggota parlemen Norwegia, nama atau lembaga lainnya yang masuk nominasi adalah WHO dengan program COVAX dan aktivis Greta Thunberg.

Thunberg, gadis remaja yang beranjak dewasa tersebut dianggap sebagai salah satu aktivis yang telah menjadi corong bagi “perjuangan melawan perubahan krisis iklim”. Sedangkan Navalny yang menjadi pemimpin oposisi Rusia telah dinilai oleh Perdana Menteri Norwegia, Ola Elvestuen, sebagai orang yang mengupayakan “demokratisasi damai di Rusia.”

Ada juga nama-nama lainnya yang masuk dalam nominasi yakni aktivis dari Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya, Maria Kolesnikova dan Veronika Tsepalko karena dianggap sebagai inspirasi dunia terhadap perjuangan pemilu yang adil dengan perlawanan damai di negaranya.

Comments are closed.