Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains

Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains

Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains

Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains – Psikopati adalah penyakit kejiwaan yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial. Psikopati berasal dari kata psyches yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Pengidapnya juga sering disebut sebagai  psikopat  atau sosiopat, karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang-orang terdekatnya.

Science of People dalam lamannya menjelaskan bahwa psikopat merupakan gangguan kepribadian yang secara umum tidak bisa membedakan benar atau salah. Namun, dalam banyak kasus, seorang psikopat justru dinilai memiliki kemampuan lebih dalam dirinya. Misalnya, ada banyak orang psikopat yang memiliki karier cemerlang. Ada juga psikopat yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat.

Terlepas dari itu semua, seorang psikopat atau perilaku menyimpang sebetulnya bisa diketahui berdasarkan ciri-cirinya. Sains mengungkap beberapa ciri mendasar yang membedakan antara  agen idn poker deposit pulsa tanpa potongan psikopat dengan orang normal pada umumnya.

1. Ketiadaan empati

5 Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains yang Harus Kamu Ketahui

Dalam sains, empati dapat diartikan sebagai kemampuan dasar yang dimiliki oleh organisme – terutama manusia – untuk memahami, mengerti, dan merasakan apa yang dialami oleh makhluk hidup lainnya. Lewat empati inilah makhluk hidup dapat saling menciptakan sebuah hubungan yang didasarkan pada perasaan, bukan hanya logika.

Empati juga melibatkan perasaan sekaligus pemikiran yang kompleks. Itu sebabnya, empati tidak berkorelasi dengan kecerdasan seseorang di bidang akademik. Nah, ciri pertama dari psikopat adalah minim atau bahkan hilangnya empati pada seseorang. Bagaimana sains menjelaskannya?

Seorang ilmuwan sekaligus profesor di bidang neurologi bernama James Fallon telah membuktikan bahwa empati bisa dilacak secara fisik dalam otak manusia. Jika jejak empati dalam otak tersebut hilang, maka seseorang bisa kehilangan empatinya. Studi yang juga dicatat dalam laman Berkeley tersebut melibatkan penelitian medis mengenai otak manusia yang aktif.

Dalam studinya, disimpulkan bahwa seorang psikopat tidak memiliki bagian kecil di otak yang bertanggung jawab dalam mengatur perasaan empati. Sedangkan, pada orang normal, bagian kecil dalam otak tersebut ada dan dapat dilacak melalui MRI atau alat medis lainnya. Bagian kecil dalam otak tersebut adalah sistem limbik, yakni bagian otak yang mengatur tingkat emosional seseorang.

Ketiadaan bagian pada sistem limbik mengakibatkan penurunan di bagian korteks orbital dan prefrontal, sehingga akan berdampak langsung pada ketidakmampuan seorang psikopat dalam merasakan empati. Profesor James Fallon juga merangkum studinya itu ke dalam sebuah buku berjudul “The Psychopath Inside: A Neuroscientist’s Personal Journey into the Dark Side of the Brain” yang dipublikasikan pada 2013 lalu.

2. Bersifat antisosial

5 Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains yang Harus Kamu Ketahui

Perlu diketahui bahwa antisosial sangat berbeda dengan asosial. Antisosial merupakan sifat yang tidak suka dengan sosial dan akan merusak dasar-dasar dari nilai sosial yang sudah ada. Sedangkan, asosial lebih mengarah pada orang-orang yang malas untuk bergaul. Nah, salah satu ciri psikopat adalah cenderung bersifat antisosial.

Namun, rupanya ciri antisosial tidak bisa dianggap mutlak bagi semua psikopat. Faktanya, menurut studi yang dilakukan oleh banyak ilmuwan, terkadang seorang psikopat bisa saja berpura-pura menghilangkan sifat antisosialnya untuk mengelabui lingkungan sekitarnya. Itu sebabnya, seorang yang psikopat memiliki kemampuan manipulatif yang luar biasa.

Sebuah esai ilmiah berjudul “Does Every Psychopath Have an Antisocial Personality Disorder?” yang diterbitkan oleh Brazilian Journal of Psychiatry pada 2020 menyingkap bahwa seorang psikopat tidak harus bersifat antisosial. Beberapa di antara mereka bahkan bisa membaur dan berkontribusi cukup baik bagi lingkungan sosialnya.

Hanya saja, sifat-sifat layaknya orang normal tersebut dilakukan untuk menutupi sesuatu, atau dengan kata lain untuk bersandiwara dengan kemampuan manipulatif mereka yang mengagumkan. Dengan kemampuan mereka yang manipulatif, tentunya memang sangat sulit untuk mengetahui ciri-ciri mereka dari luar.

3. Manipulatif sejati

5 Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains yang Harus Kamu Ketahui

Seperti dibahas dalam poin 2 di atas bahwa seorang psikopat bisa menunjukkan sifat dan sikap yang sangat manipulatif di lingkungan mereka. Seperti diulas dalam laman Psychology Today, seorang psikopat sejati bisa dengan mudah menipu, membohongi, memanipulasi, dan membentuk sebuah pesona yang dapat menjebak orang lain ke dalam perangkapnya.

Namun, penipuan yang dilakukan oleh psikopat sangat berbeda dengan manusia normal. Biasanya, orang normal melakukan kebohongan dan penipuan karena memiliki dasar atas tindakannya tersebut. Sedangkan, psikopat tidak memiliki dasar apapun dalam melalukan penipuan sosialnya.

Seorang anak yang berbohong pada orang tua, misalnya, jika ia berbohong karena nilai jelek di sekolah dan takut dimarahi maka itu bukan kebohongan psikopat. Namun, jika sang anak berbohong tanpa dasar yang jelas, maka kebohongan tersebut sudah masuk dalam ranah manipulasi. Contohnya kebohongan yang dilakukan secara intens agar anak bisa mengontrol orang tuanya dengan mutlak.

Bagi seorang psikopat yang sudah dewasa, sikap manipulatif tersebut biasanya juga akan terus terasah dan menjadi-jadi. Mungkin ia adalah seorang yang sukses dalam hal pekerjaan, atau mungkin ia dihormati oleh lingkungannya. Namun bisa saja, rupanya itu hanya caranya dalam memanipulasi lingkungan untuk menutupi sikap bengisnya terhadap manusia lainnya.

4. Memiliki perilaku seksual yang menyimpang

5 Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains yang Harus Kamu Ketahui

Ciri yang satu ini tentu tak akan terlihat dari luar. Namun, banyak pakar dan ahli kesehatan mental sepakat bahwa kelainan orientasi atau perilaku seksual bisa dikorelasikan dengan ciri dari psikopat. Faktanya, kelainan perilaku dalam hal seksual memang dialami oleh mayoritas psikopat dan bukan tidak mungkin, perilaku tersebut mengarah pada hal-hal yang membahayakan.

Sebuah jurnal sains berjudul “Psychopathic Traits and Deviant Sexual Interests: The Moderating Role of Gender” yang diterbitkan dalam Forensic Mental Health pada 2017 menyatakan bahwa menurut analisis dan studi, perilaku dan minat seksual menyimpang telah menjadi salah satu ciri psikopat secara khusus.

Bahkan, seorang psikopat bisa memiliki fantasi seksual yang aneh, timpang, dan berbeda dengan perilaku seksual yang normal. Pada orang normal, fantasi seksual biasanya tidak direalisasikan. Sebaliknya, seorang psikopat sangat berambisi dan terobsesi dengan fantasi seksual aneh yang akan ia praktikkan dalam kehidupan nyata.

5. Dalam kondisi tertentu, psikopat tidak bisa menahan emosinya

5 Ciri-ciri Psikopat dari Sudut Pandang Sains yang Harus Kamu Ketahui

Emosi yang tidak stabil memang tidak berkaitan langsung dengan ciri psikopat. Namun, biasanya seorang psikopat – dalam kondisi tertentu – tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik. Bahkan, sering kali psikopat akan menunjukkan sikap emosi yang berlebihan tanpa penyebab yang jelas.

Dengan meluapnya emosi seorang psikopat sewaktu-waktu, hal itu membuktikan bahwa sesungguhnya seorang psikopat memiliki emosi, dilansir dalam laman Neuroinstincts. Namun, perlu diingat bahwa emosi tersebut tidak didukung dengan pengalaman emosional layaknya orang normal pada umumnya.

Seorang psikopat bisa marah meledak-ledak tanpa kendali meskipun tidak ada penyebabnya. Hal ini berhubungan dengan studi dan penelitian yang sudah dijelaskan dalam poin 1 di atas, di mana pada orang psikopat, secara medis bisa dibuktikan bahwa sebagian sistem dalam otak mereka tidak berfungsi dan bahkan hilang sama sekali.

Comments are closed.