Burung Beo Menangi Kontes Bird of the Year

Burung Beo Menangi Kontes Bird of the Year

Burung Beo Menangi Kontes Bird of the Year

Burung Beo Menangi Kontes Bird of the Year – Beo, mamiang, atau tiong emas (Gracula) adalah sejenis burung anggota suku Sturnidae (jalak dan kerabatnya). Wilayah persebaran alaminya adalah mulai dari Sri Lanka, India, Himalaya, ke timur hingga Filipina, jawa hingga kepulauan sunda kecil. Burung ini dapat ditemukan di dataran rendah hingga dataran tinggi lebih dari 2000m. Karena kemampuannya menirukan bahasa manusia, burung ini menjadi hewan peliharaan populer.

Ada kontes unik di New Zealand, yakni Bird of the Year. Dari sekian burung cantik, yang terpilih adalah burung beo gemuk dan tak bisa terbang. Pemilihan Bird of the Year diumumkan pada Senin kemarin. Dipilihnya beo gemuk, tak bisa terbang dan nokturnal ini tentu mengejutkan para pakar.

Kakapo, yang secara resmi menjadi burung beo terberat di dunia. Ia telah melewati kampanye selama berminggu-minggu agar bisa menyaingi kontestan IDNPlay Poker Deposit Telkomsel lainnya di New Zealand.

Kakapo juga menjadi burung pertama yang memenangkan kontes Bird of the Year untuk kedua kali. Prestasinya ini dibayang-bayangi hilangnya suara dalam jumlah besar yang beralih ke albatros antipodes.

“Kakapo menukik dari belakang untuk merebut gelar #BirdOfTheYear 2020,” kata Forest & Bird, kelompok lingkungan yang menyelenggarakan kontes tahunan ini, dalam media sosial mereka pada hari Senin.

Persaingan Bird of the Year di New Zealand sering kali memanas. Karena, politisi, selebriti, dan grup online mendukung unggas pilihan mereka sendiri.

Tetapi acara tahun ini menjadi sangat kontroversial setelah penyelenggara mendeteksi bahwa ada kecurangan suara berjumlah lebih dari 1.500. Suara ini diberikan menggunakan alamat email palsu.

Setelah ditelusuri kembali, diketahui bahwa suara itu merujuk ke alamat IP yang sama. Dengan singkat, suara itu mendorong kiwi kecil ke puncak papan peringkat.

Pada akhirnya, para pesaing mau mengakui kekalahan dari burung beo Kakapo. Dia sebelumnya memenangkan penghargaan pada 2008.

“Ini merupakan perlombaan yang ketat selama periode pemilihan, tetapi @team_kakapo Kākāpō merebut kemenangan setelah kalah dalam paruh pertama dan menyusul kami dalam pemungutan suara putaran akhir kedua,” tulis simpatisan Albatross untuk Bird of the Year di Twitter.

Jalannya pemilihan Bird of the Year

Penyelenggara mengatakan lebih dari 55.000 orang memberikan suara dalam kompetisi tersebut. Keadaan ini seolah-olah digunakan untuk menyoroti keadaan buruk spesies burung New Zealand yang terancam punah.

Di dalam prosesnya selalu ada perselisihan antar simpatisan dan ada upaya kecurangan.

Pada 2018, ratusan suara meragukan terdeteksi. Dan di tahun sebelumnya lebih dari 100 suara curang dicatat ditujukan untuk bangau berwajah putih.

Mengenal, Kakapo, adalah burung beo yang besar dan kuat dengan aroma khas. Keberadaannya di ambang kepunahan dari tahun 1990-an.

Selain, burung beo kontes ini juga memamerkan sejumlah kandidat lain yang tidak biasa, termasuk morepork atau ruru. Ada pula piwauwau atau burung wren batu, yang menunjukkan keberanian gunung sejati.

Comments are closed.