Aplikasi Desain Grafis Vektor yang Paling Populer

Aplikasi Desain Grafis Vektor yang Paling Populer

Aplikasi Desain Grafis Vektor yang Paling Populer

Aplikasi Desain Grafis Vektor yang Paling Populer – Untuk mengedit gambar ataupun memanipulasi sebuah foto, kita sudah sangat familiar dengan software bernama Adobe Photoshop. Dalam hal ini, Photoshop menangani gambar-gambar berjenis raster atau bitmap.

Sedangkan untuk membuat desain seperti logo, icon, ataupun gambar ilustrasi, biasanya para desainer grafis menggunakan software yang dikhususkan untuk mendesain gambar berjenis vektor. Aplikasi desain grafis berbasis vektor adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat ilustrasi dan logo sederhana.

Dimana kelebihan dari grafis vektor adalah memiliki resolusi tidak terbatas. selain itu, lebih hemat memori karena gambar disimpan dalam bentuk perintah-perintah format XML. Setelah mengetahui apa itu apk idn poker gambar vektor, selanjutnya kamu juga perlu tahu apa saja software yang biasa digunakan untuk desain vektor tersebut.

1. Adobe Illustrator

AI

Di urutan paling sultan ditempati oleh Adobe Illustrator. Siapa yang tak kenal Adobe? Seakan produk Adobe identik dengan aplikasi populer. Sebut saja Adobe Photoshop sebagai aplikasi pengolah bitmap yang dikenal banyak orang. Produk Adobe lainnya pun tidak kalah pupuler dalam berbagai bidang, baik dalam bidang desain, editor film, dan lainnya.

adobe_illustrator_3

Nah, Adobe Illustrator adalah salah satu produk Adobe dalam bidang grafis vektor. Kelebihan dari aplikasi ini yaitu memiliki fitur yang lengkap serta mampu berkolaborasi dengan aplikasi lain di luar produk Adobe. Kelebihan lainnya, ia memiliki akurasi dalam pixel. Namun aplikasi ini proprietary dimana untuk pemakaian secara legal, pengguna perlu merogoh kantong yang cukup dalam.

2. Sketch

Sketch

Yup… Pengolah vektor urutan kedua ini dikembangkan oleh perusahaan asal negeri Kincir Angin Belanda “Bohemian Coding”. Tak mau kalah dengan yang bertengger di tahta satu, Sketch memiliki akurasi sampai dalam satuan pixel. Inilah yang membuat hasil desain lebih presisi. Selain itu, Skecth juga sanggup berkolaborasi dengan banyak aplikasi tetangganya. Dan perlu diingat, aplikasi berlogo berlian kuning ini punya penampilan minimalis, namun jangan su’ud dzon loach… dibalik tampilannya yang minimalis tersimpan seabrek tool yang sangat lengkap.

sketch view

Anda bisa memasang aplikasi ini di komputer namun, selain tergolong sebagai software proprietary, diantara dari sekian persyaratannya adalah komputer Anda harus berlogo “buah apel tergigit”. Ya… hingga detik ini Sketch hanya tersedia untuk MacOS. Mungkin kedepannya akan tersedia versi Windows.

3. CorelDraw

corel

Di urutan ketiga ditempati CorelDraw. Adalah aplikasi pengolah grafis yang cukup tua. Versi purbanya dirilis tahun 1989 dan pada tahun 2018 telah mencapai versi x8 aka versi 18, Dikembangkan oleh perusahaan software yang bermarkas di Ottawa, Kanada, bernama Corel. Pengolah grafis vektor yang satu ini identik dengan kata pe-mu-la. Ya, Para graphic designer pemula biasanya belajar nyetir disini sebelum poligami ke produk lain. Bukan tanpa alasan. CorelDraw punya wajah yang ramah pengguna serta mampu berkolaborasi dengan tetangga sebelahnya.

Corel Draw x8 view

Aplikasi ini tidak gratis. Meminangnya secara legal harus membayar lisensi. Namun bagi yang suka coba-coba (seperti saya) bisa menggunakan versi free trial-nya selama:

12 bulan bagi 2 kurangi 5 = 1 bulan kurangi 0,5 = 0,5 bulan = 15 hari. Tersedia untuk versi Windows, dan untuk Linux, perlu memeliharanya di dalam akuarium bernama Wine.

4. Inkscape

Inkscape logo

Inkscape menempati urutan kedua dari bawah. Namun demikian Inkscape juga tak kalah familiar dengan CorelDraw. Si doi memiliki wajah yang mirip-mirip CorelDraw. Namun begitu, kita harus memegang prinsip “lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikan”.Jangan mencari tool bernama Contour di Inkscape, namun ada tool lain yang fungsinya hampir sama.

Inkscape view

Kelebihan dari si doi adalah bahwa software yang satu ini bersifat Free Open-source dibawah lisensi GNU GPL. Gratis tak perlu membayar lisensi dan dipersilahkan untuk disebarluaskan ke orang lain. Kelebihan lainnya, sejauh pantauan saya, aplikasi ini cukup kecil. Tidak sampai seratus MB. Tersedia untuk versi Linux dan Windows.

5. Affinity Designer

Affinity designer logo

Posisi kelima ditempati oleh Affinity Designer. Punya kemiripan dengan Adobe Illustrator lantas orang menyebut sebagai kembarannya. Si doi dikembangkan oleh perusahaan software bernama Sherif.

affinityPhotoWindows

Kelebihannya adalah mampu membuka file produksi tetangganya seperti file *.PSD, *.SVG, *.EPS, *.AI, dan *.PDF. Tersedia untuk versi MacOS, iOS, dan Windows. Sayangnya, sejauh pantauan saya tidak ada versi coba-coba alias free trial.

Comments are closed.