Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi – Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya.

Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru. Secara sederhana, benua bisa diartikan sebagai daratan luas yang ada di permukaan Bumi. Seiring berjalannya waktu dan peradaban manusia, benua atau kontinen akhirnya dibagi dan diklasifikasikan menjadi beberapa bagian besar.

Bagaimana asal mula terciptanya benua di permukaan Bumi? Nah, kali ini kita akan sama-sama menyelidiki beberapa fakta ilmiah tentang Download Aplikasi IDN Poker benua. Apa betul dulunya benua itu hanya satu? Yuk, disimak artikelnya!

1. Awalnya, Bumi terbentuk pada kisaran 4,5 miliar tahun lalu

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Oke, untuk memahami bagaimana benua bisa ada, sebaiknya kita menyelidiki dulu tentang asal mula pembentukan Bumi. Planet kita ini terbentuk pada kisaran 4,5 miliar tahun lalu. Usia ini didapatkan dari pengukuran dari berbagai macam bidang keilmuan, misalnya geologi, astronomi, kimia, dan juga fisika.

Ilmuwan dunia menggunakan tingkat keasinan air laut dan juga usia dari batuan Bumi pada kedalaman tertentu. Dengan unsur-unsur yang ada, ilmuwan bisa mengetahui jenis dan pekat yang ada pada unsur radioaktif di awal-awal pembentukan Bumi. Nah, untuk mineral dan batuan Bumi tertua yang diukur oleh ilmuwan adalah 4,3 miliar tahun, dicatat dalam National Geographic.

Mineral dan batuan Bumi yang diteliti berasal dari Australia. Bukan hanya itu, batuan Bulan yang sempat dibawa oleh manusia pada 1969 silam juga memiliki usia yang kurang lebih sama dengan batuan Bumi, yakni sekitar 4,5 miliar tahun. Jadi, bisa disimpulkan bahwa Bumi kita ini berusia sekitar 4,5 miliar tahun.

Usia Bumi ini sangat penting untuk diketahui agar penghitungan pembentukan benua di masa lampau juga bisa diukur dengan jelas. Faktanya, era di awal-awal pembentukan Bumi tidaklah sama dengan beberapa ratus juta tahun setelahnya. Ada banyak perubahan geologi yang dialami oleh Bumi di zaman purba dan perubahan itulah yang membuat terbentuknya beberapa benua besar di muka Bumi.

2. Selama miliaran tahun, superkontinen Bumi selalu hancur dan terbentuk kembali

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Apa itu superkontinen? Superkontinen adalah sebuah daratan yang sangat luas dan hanya diklasifikasikan sebagai satu benua. Nah, di zaman purba, Bumi memang hanya memiliki satu benua besar. Namun, keberadaannya sering kali hancur dan terbentuk kembali secara berulang-ulang, seperti ditulis dalam Live Science.

Hal ini berkaitan dengan usia Bumi yang sudah dijelaskan pada poin pertama. Pada dasarnya, semakin tua usia sebuah planet, maka semakin banyak perubahan yang terjadi pada planet tersebut – bahkan, bisa terjadi secara masif dan berulang-ulang. Bumi pun juga demikian, mulai dari inti sampai permukaan terluarnya selalu mengalami gejolak sejak zaman purba.

Masih dalam laman Live Science, proses penghancuran dan pembentukan ini terjadi akibat pengadukan dan sirkulasi di mantel Bumi yang telah membentuk sebagian besar volume planet. Nah, “kehancuran dan pembentukan kembali” inilah yang merupakan titik balik Bumi untuk menjadi sebuah planet yang mapan dan layak ditinggali.

Penjabaran dan gagasan tersebut dikemukakan oleh banyak ilmuwan, di antaranya adalah seorang profesor geologi dari Universitas St. Francis Xavier yang bernama Brendan Murphy. Pergolakan dan proses penghancuran permukaan Bumi di masa lalu juga membentuk sebuah pakem yang bernama superkontinen purba, yang dinamakan Pangea.

3. Pangea adalah “nenek moyang” dari benua modern

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Pada titik ini, yakni sekitar 300 juta atau 299 juta tahun lalu, sebuah benua superbesar bernama Pangea terbentuk di Bumi. Proses terbentuknya mirip dengan apa yang sudah dijelaskan pada poin nomor 2 di atas. Melansir Britannica, benua tunggal Pangea dikelilingi oleh samudra bernama Panthalassa.

Nah, zaman di mana Pangea dan Panthalassa “hidup” berdampingan adalah era yang dinamakan Zaman Permian Awal (299 juta hingga 273 juta tahun yang lalu). Pada era ini, seluruh benua yang ada di Bumi tergabung menjadi satu bagian utuh. Bahkan, daratan Amerika Selatan, India, Afrika, Australia, dan Antarktika juga menjadi satu dan dinamakan bagian paleokontinen.

Tidak semua daratan tergabung dengan Pangea. Beberapa pulau kecil yang terpisah dengan Pangea juga diprediksi ada yang saat ini diklaim sebagai lempeng tektonik Cina Utara dan Selatan. Lebih dari 25 juta tahun Pangea bertahan sebelum akhirnya hancur dan pecah menjadi beberapa bagian besar.

Kehancuran Pangea ini sekaligus membuktikan gagasan banyak ilmuwan bahwa keadaan kerak Bumi secara umum tidak selalu aman bagi organisme di atasnya. Bahkan, kehancuran dan pembentukan pangea-pangea yang lain bisa saja terjadi jauh di masa depan. Nyatanya, pergolakan Bumi tersebut sering terjadi di masa purba.

4. Pangea pecah dan terbagi menjadi beberapa benua

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Sampailah pada satu zaman di mana Pangea mengalami kehancuran dan perpecahan menjadi beberapa puing benua baru. Menurut laman Geological Survey, sekitar 200 juta hingga 240 juta tahun lalu, Pangea mulai pecah secara perlahan. Perpecahan ini sangat lama dan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk membentuk benua-benua baru.

Seperti yang kita ketahui saat ini, bahwa benua di Bumi dibagi menjadi beberapa bagian. Dalam konvensi atau kesepakatan global terbaru, dunia dibagi menjadi tujuh benua. Mereka adalah Eropa, Asia, Afrika, Australia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Antarktika. Benua terbesar tentu saja adalah Asia. Sedangkan, benua yang terkecil adalah Australia.

Lalu, apa yang menyebabkan Pangea pecah dan terbagi menjadi beberapa bagian? United States Geological Survey dalam lamannya menjelaskan bahwa hal ini dipengaruhi oleh keadaan lempeng tektonik Bumi yang cenderung tidak pernah stabil. Bahkan, “kegelisahan” Bumi di Zaman Permian Awal dinilai sangat masif sampai-sampai bisa menghancurkan Pangea.

Teori mengenai pergeseran benua baru dikenal pada abad ke-17 dan pada abad ke-20 sudah mulai dipahami secara detail karena didukung dengan teknologi canggih. Pergeseran benua sendiri juga dipengaruhi oleh berbagai macam sebab, di antaranya rotasi Bumi. Teori ini didukung dengan beberapa data valid yang diambil oleh ilmuwan di seluruh bagian Bumi, termasuk di dasar laut.

5. Bagaimana perubahan benua di masa depan?

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains tentang Sejarah Terbentuknya Benua di Bumi

Sejatinya tidak ada yang tahu tentang masa depan Bumi. Namun, sains memiliki prediksi cukup mengejutkan di mana di masa yang akan datang, kemungkinan benua Bumi akan kembali bersatu. Ya, gagasan ini bukan tanpa alasan. Setiap 400 – 600 juta tahun setelah Pangea terpecah, ia akan kembali bersatu membentuk sebuah daratan tunggal superluas.

Melansir Science Alert, superkontinen Bumi berikutnya mungkin terjadi pada kisaran 200 – 250 juta tahun yang akan datang. Gagasan ini diperkuat dengan teori mengenai pergeseran benua dan lempeng tektonik, di mana beberapa bukti di lapangan memang mendukung bahwa kerak Bumi kerap bergeser.

Nah, akibat rotasi Bumi, pada rentang waktu ratusan juta tahun, daratan akan dipaksa untuk saling berdekatan satu sama lain. Hal ini mengakibatkan pada satu titik Bumi akan kembali mengalami era yang mirip Zaman Permian Awal, yakni era di mana benua bergabung menjadi satu.

Jika memang 400 – 600 juta tahun adalah waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan Pangea baru, maka di zaman ini manusia sudah berada setengah jalan untuk menuju pada pembentukan benua yang baru. Namun, tidak ada yang tahu masa depan peradaban manusia. Bisa saja organisme di Bumi sudah punah akibat bencana alam dahsyat.

Comments are closed.